Pada hari Selasa, tanggal 26 Desember 2023 atau tepat sehari setelah hari Natal, penulis bersama dengan istri memutuskan untuk mengunjungi kota tua di Jakarta Barat yang penuh dengan sejarah. Kota Tua merupakan salah satu destinasi pariwisata yang kurang diminati oleh wisatawan. Meskipun memiliki potensi yang layak untuk dikembangkan menjadi salah satu heritage tourism di Jakarta, namun sayangnya kawasan ini masih kurang diminati karena persepsi masyarakat yang menilai museum dan bangunan tua sebagai tempat yang angker, penuh dengan misteri dan membosankan, serta kurangnya program yang menarik.

Pemerintah telah berusaha untuk mengembangkan destinasi wisata ini, salah satunya dengan menjadikannya sebagai Low-Emission Zone yang sekaligus membuat kawasan ini menjadi lebih ramah bagi pejalan kaki. Museum Fatahillah merupakan salah satu daya tarik utama di Kota Tua Jakarta. Museum yang dulunya merupakan Balai Kota Jakarta pada masa penjajahan Belanda ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

Museum Fatahillah, yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta, merupakan salah satu cagar budaya penting di Jakarta dan menjadi salah satu tonggak berdirinya kota ini. Tidak heran jika museum ini menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi para wisatawan yang ingin mempelajari sejarah kota Jakarta. Melalui benda-benda koleksinya, Museum Fatahillah menyajikan informasi tentang perjalanan sejarah kota ini mulai dari zaman prasejarah hingga masa kini secara menarik dan edukatif.

Museum Fatahillah terletak di Jalan Fatahillah No. 1 Jakarta Barat dan memiliki luas lahan sekitar 13.388 meter persegi dengan bangunan seluas 1.300 meter persegi. Bangunan museum ini dibangun dengan gaya arsitektur abad ke-17 yang kental dengan nuansa Eropa, terlihat dari penunjuk arah mata angin yang terdapat di bagian atap utamanya. Meskipun sudah berusia ratusan tahun, bangunan museum ini masih terlihat kokoh dan mempesona.

Menjelang kedatangan era modern, Museum Fatahillah kini menjadi salah satu saksi penting dalam sejarah perkembangan kota Jakarta. Museum ini juga menjadi tempat yang tepat untuk merefleksikan sejarah dan melihat jejak perjalanan kota ini dari masa ke masa. Melalui pameran yang menarik, pengunjung dapat memahami bagaimana Jakarta berkembang dari sebuah kota kecil menjadi salah satu kota terbesar di Asia.

Selain itu, Museum Fatahillah juga memiliki peran penting sebagai tempat melestarikan budaya dan warisan sejarah Jakarta. Pengunjung dapat melihat berbagai benda sejarah seperti arca, prasasti, senjata, dan alat-alat rumah tangga dari berbagai masa yang menjadi bukti betapa kaya dan beragamnya budaya yang pernah ada di Jakarta.

Tidak hanya itu, Museum Fatahillah juga menyediakan berbagai kegiatan menarik yang dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung, seperti workshop, tur pemandu, dan pertunjukan seni budaya. Dengan adanya berbagai program menarik ini, diharapkan Museum Fatahillah dapat semakin diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bagi Anda yang ingin mengunjungi Museum Fatahillah, tak perlu khawatir dengan biaya masuknya. Karena museum ini termasuk dalam objek wisata gratis yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, bagi yang ingin mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam, tersedia juga tur khusus yang disediakan oleh pihak museum dengan tarif yang terjangkau.

Gedung Museum Fatahillah, dulunya adalah Gedung Balai Kota yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan Van Horn. Gedung ini terletak di Kota Tua, Jakarta, dan merupakan salah satu bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga saat ini. Bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam, dengan bangunan utama dan dua sayap di bagian timur dan barat, serta bangunan sanding yang digunakan untuk kantor, ruang pengadilan, dan ruang bawah tanah yang digunakan sebagai penjara.

Gubernur Jendral Johan Van Horn adalah seorang tokoh penting dalam sejarah penjajahan Belanda di Indonesia. Beliau memerintahkan pembangunan Gedung Balai Kota sebagai pusat pemerintahan dan kekuasaan Belanda di Batavia (sekarang Jakarta). Hal ini menunjukkan betapa pentingnya gedung ini dalam sejarah perkembangan Jakarta sebagai kota yang dikuasai oleh Belanda.

Istana Dam di Amsterdam, yang dijadikan sebagai model untuk Gedung Balai Kota, merupakan salah satu bangunan megah yang menjadi simbol kekuasaan Belanda di Eropa. Dengan mengadopsi bentuk dan desain dari Istana Dam, Gedung Balai Kota juga menjadi simbol kekuasaan Belanda di Indonesia.

Setelah mengalami beberapa kali perubahan fungsi, gedung ini akhirnya ditetapkan sebagai Museum Sejarah Jakarta pada 30 Maret 1974. Museum Fatahillah, nama yang diberikan untuk gedung ini, menjadi saksi sejarah kejamnya penjajahan Belanda di Indonesia.

Dalam museum ini, pengunjung dapat melihat langsung bagaimana cara hidup masyarakat pribumi pada masa penjajahan Belanda. Yang paling menyentuh adalah ruang bawah tanah yang dikenal sebagai "penjara bawah tanah". Disebut dalam Buku Out Batavia, karya Dr. F. de Haan, ruangan ini dikenal sebagai "lubang gelap" atau dalam bahasa Belanda disebut "Donker Gat".

Dr. F. de Haan adalah seorang sejarawan Belanda yang menulis buku tentang sejarah Batavia. Dalam buku tersebut, ia menggambarkan betapa mengerikan dan kejamnya penjajahan Belanda di Indonesia. Ruangan yang dikenal sebagai "lubang gelap" ini menjadi bukti nyata dari kekejaman tersebut.

Ruangan ini berbentuk setengah lingkaran yang berhawa pengap, gelap, dan berbau anyir. Temboknya terbuat dari beton dan terdapat jendela kecil yang ditutup oleh jeruji besi. Di dalam ruangan, terdapat puluhan bola besi yang menyerupai peluru meriam dengan berat diperkirakan mencapai ratusan kilogram. Bola-bola besi ini digunakan untuk mengikat kaki para tahanan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) yang disekap dalam ruangan sempit dan gelap agar tidak bisa melarikan diri.

Di lantai dua, tepatnya di ruang sidang, terdapat tangga melingkar yang menuju lantai atas. Di tempat ini, terdapat lonceng kematian yang digunakan untuk memberi tahu para tahanan bahwa mereka akan segera dieksekusi. Lonceng ini juga menjadi saksi bisu dari kekejaman penjajahan Belanda di Indonesia.

Kini, Museum Fatahillah menjadi salah satu objek wisata yang bisa anda kunjungi jika ingin mengetahui lebih jauh mengenai sejarah Jakarta yang dulunya dikenal dengan nama Batavia. Museum yang juga dikenal sebagai Balai Kota Batavia (Stadhuis van Batavia) ini memang menyimpan banyak cerita tentang masa lalu ibukota Indonesia.

Museum Fatahillah memiliki arsitektur yang sangat menarik. Bangunan ini berarsitektur Neo Klasik yang sangat kental dengan gaya kolonialisme Hindia Belanda yang berkembang pada abad 17-18. Gaya arsitektur ini dapat dilihat dari bentuk jendela dan pintu yang sama, yaitu persegi dengan warna hijau yang sama. Selain itu, susunan jendela pada bangunan ini juga terkesan berirama dan memiliki jarak yang sama antar jendela, baik pada lantai satu maupun lantai dua. Hal ini menunjukkan bahwa bangunan ini memang dibuat dengan perencanaan yang matang dan sangat memperhatikan detail.

Arsitektur Neo Klasik pada Museum Fatahillah juga dapat dilihat dari ciri khas jendela besar dengan 2 daun, desain façade yang terkesan tertutup dan polos, serta umumnya berwarna putih. Selain itu, plafon bangunan ini juga cukup tinggi dengan atap pelana atau prisai yang merupakan ciri khas dari bangunan-bangunan kolonial Hindia Belanda. Dengan adanya plafon yang tinggi, bangunan ini terlihat lebih lapang dan elegan.

Perlu diketahui bahwa Museum Fatahillah bukanlah bangunan asli dari zaman kolonial Hindia Belanda. Bangunan ini awalnya merupakan Balai Kota Batavia (Stadhuis van Batavia) yang mulai dibangun pada tahun 1620 oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen. Namun, pada tahun 1626, bangunan ini dirobohkan dan dibangun kembali menjadi gedung balai kota yang kedua. Balai kota pertama sendiri sudah dibangun sejak tahun 1620 di dekat Kalibesar Timur. Dengan kemegahan dan keindahan arsitektur yang dimilikinya, Balai Kota Batavia sangat layak sebagai pusat pemerintahan pada masa itu.

Awalnya, Museum Fatahillah hanya memiliki satu lantai. Namun, seiring dengan perkembangan dan kebutuhan ruang yang semakin meningkat, bangunan ini kemudian diperluas menjadi dua lantai. Bahkan, pada tahun 1707 hingga 1710, bangunan ini mengalami beberapa kali perombakan dan perluasan untuk memenuhi kebutuhan ruang yang semakin besar. 

Pada tahun 1710, Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck meresmikan bangunan ini yang saat ini dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta. Bangunan ini memiliki sejarah yang panjang dan pernah digunakan untuk berbagai keperluan sejak masa kolonial Belanda. Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck adalah tokoh penting dalam sejarah kolonial Belanda di Jakarta dan merupakan salah satu dari sedikit gubernur jenderal yang memegang jabatan selama 10 tahun.

Selama masa pendudukan Jepang dari tahun 1942 hingga 1945, bangunan ini digunakan sebagai markas Pengendalian Peralatan Logistik. Kemudian pada tahun 1958 hingga 1972, bangunan ini dirubah menjadi markas Tentara Nasional Indonesia (TNI) mulai dari KMK (Keamanan Militer Kota) hingga Kodim 0503 Jakarta barat. Pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini diresmikan menjadi Museum Sejarah Jakarta oleh Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Ali Sadikin. Ali Sadikin adalah tokoh penting dalam sejarah modern Jakarta dan dikenal sebagai salah satu gubernur yang berperan dalam pembangunan kota Jakarta.

Untuk mengakses museum ini, pintu masuknya berada di Jalan Pintu Besar Utara atau sisi Barat gedung museum. Kawasan akses masuknya juga ramah untuk pejalan kaki sehingga pengunjung dapat lebih nyaman untuk berjalan-jalan di sekitar museum. Untuk parkir, tersedia tempat parkir terpadu terdekat di kawasan Taman Kota Intan di Jalan Cengkeh. Tempat parkir ini dapat menampung mobil, motor, dan bus dengan tarif parkir resmi.

Museum Sejarah Jakarta menyediakan berbagai fasilitas untuk pengunjung, baik yang utama maupun penunjang. Fasilitas utama yang tersedia adalah ruang pameran atau display, yang terbagi menjadi ruang pameran tetap dan ruang pameran khusus. Selain itu, terdapat juga fasilitas penunjang seperti auditorium dengan kapasitas 50 orang, cafeteria, toko-toko souvenir, dan musholla.

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat alur lini masa atau timeline yang berguna untuk memberikan informasi sejarah secara urut. Lantai 1 menampilkan sejarah dari masa prasejarah Jakarta pada tahun 3500 SM sampai Jakarta tahun 1950. Sedangkan pada lantai 2, sebagian besar digunakan sebagai ruang pameran koleksi-koleksi miniatur perabotan dari masa awal Batavia dan perabotan dari gedung Balai Kota.

Selain fasilitas-fasilitas, yang telah dijelaskan sebelumnya, terdapat bagian bangunan, yang cukup menarik perhatian pengunjung museum, yaitu penjara bawah tanah, dimana dalam sejarahnya baru dibangun setelah bangunan ini difungsikan sebagai dewan pengadilan.

Kondisi penjara di Museum Fatahillah pada saat itu terbilang kecil dan gelap. Pada masa itu, penjara digunakan untuk menampung tahanan hingga 70 orang. Hal ini menyebabkan tahanan hidup berdesak-desakan, bahkan banyak yang menderita sakit dan meninggal. Jasad mereka bahkan dimasukkan ke dalam sumur yang terletak di depan penjara. Mayoritas tahanan di penjara tersebut adalah orang asli pribumi yang berusaha melawan penjajah. Tahanan juga dibedakan antara ruang untuk wanita dan pria. Seorang pahlawan, Pangeran Diponegoro, juga pernah menjadi tahanan di penjara bawah tanah ini.

Di dalam museum ditemukan berbagai benda yang memperlihatkan perjalanan sejarah Jakarta, seperti replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, serta mebel dan senjata antik dari abad ke-17 hingga 20 yang berasal dari lokal maupun Eropa. Terdapat juga koleksi keramik, gerabah, dan batu prasasti yang tersebar di berbagai ruang, seperti ruang Prasejarah Jakarta, ruang Tarumanegara, ruang Jayakarta, ruang Fatahillah, ruang Sultan Agung, dan ruang MH Thamrin. 

Selain itu, museum ini juga menyimpan berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan, di museum ini terdapat patung Dewa Hermes yang sebelumnya berada di perempatan Harmoni serta meriam Si Jagur yang dipercaya memiliki kekuatan magis. Salah satu koleksi yang menarik di museum ini adalah Arca Gaṇeśa yang ditemukan di Warungbuncit, Pasarminggu, Jakarta Selatan pada tahun 1990. Arca batu yang menggambarkan sosok Dewa Gaṇeśa, anak Dewa Śiwa dan Dewi Parwatī, ini merupakan penjelajahan Keindahan dan Kebijaksanaan. Dalam mitologi Hindu, Gaṇeśa digambarkan berbadan manusia dengan kepala gajah. Ia dianggap sebagai Dewa Kebijaksanaan dan Pelindung atau Penolak Bahaya, serta sering dijadikan simbol Ilmu Pengetahuan. Saat ini, Arca Gaṇeśa disimpan di Museum Fatahillah.

VIDEO GALERI

EXPLORE MUSEUM FATAHILLAH DI KOTA TUA JAKARTA / MUSEUM SEJARAH JAKARTA [VIDEO KOSONG]


Penjelasan video "EXPLORE MUSEUM FATAHILLAH DI KOTA TUA JAKARTA / MUSEUM SEJARAH JAKARTA" oleh Wisata Bareng Arivandy dengan penjelasan:

EXPLORE MUSEUM FATAHILLAH DI KOTA TUA JAKARTA / MUSEUM SEJARAH JAKARTA Explore Museum Fatahillah Di Kota Tua Jakarta / Museum Sejarah Jakarta Museum Fatahillah Jakarta nama resminya adalah Museum….

Video berjudul "EXPLORE MUSEUM FATAHILLAH DI KOTA TUA JAKARTA / MUSEUM SEJARAH JAKARTA" diunggah oleh Wisata Bareng Arivandy. Video ini merupakan urutan ke-77 (Tujuh puluh tujuh) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 37085 (Tiga puluh tujuh ribu delapan puluh lima) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-0 (Kosong) dari artikel ini.

LIBURAN VIRTUAL MUSEUM FATAHILAH | TEMPAT WISATA EDUKASI MURAH KOTA TUA JAKARTA DESEMBER 2021 [VIDEO SATU]


Penjelasan video "LIBURAN VIRTUAL MUSEUM FATAHILAH | TEMPAT WISATA EDUKASI MURAH KOTA TUA JAKARTA DESEMBER 2021" oleh Bikin Betah ID dengan penjelasan:

Liburan Virtual Museum Fatahilah | Tempat Wisata Edukasi Murah Kota Tua Jakarta Desember 2021 Haiii guys Siapa nih yang kangen jalan-jalan bareng bikin betah id ? Nah kali ini kita mau ngajakin kalian….

Video berjudul "LIBURAN VIRTUAL MUSEUM FATAHILAH | TEMPAT WISATA EDUKASI MURAH KOTA TUA JAKARTA DESEMBER 2021" diunggah oleh Bikin Betah ID. Video ini merupakan urutan ke-78 (Tujuh puluh delapan) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 2854 (Dua ribu delapan ratus lima puluh empat) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-1 (Satu) dari artikel ini.

MUSEUM FATAHILLAH ITU MUSEUM SEJARAH JAKARTA : KATANYA ANGKER TERNYATA SERU BELAJAR SEJARAH DISINI [VIDEO DUA]


Penjelasan video "MUSEUM FATAHILLAH ITU MUSEUM SEJARAH JAKARTA : KATANYA ANGKER TERNYATA SERU BELAJAR SEJARAH DISINI" oleh Minggu Bersama Ayah dengan penjelasan:

"Time spent with family is never wasted..." Halo teman-teman Minggu Bersama Ayah, di video ini kita mau ajak teman-teman virtual tour ke Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih dikenal dengan nama….

Video berjudul "MUSEUM FATAHILLAH ITU MUSEUM SEJARAH JAKARTA : KATANYA ANGKER TERNYATA SERU BELAJAR SEJARAH DISINI" diunggah oleh Minggu Bersama Ayah. Video ini merupakan urutan ke-79 (Tujuh puluh sembilan) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 6739 (Enam ribu tujuh ratus tiga puluh sembilan) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-2 (Dua) dari artikel ini.

MUSEUM FATAHILAH, DESTINASI WISATA EDUKATIF DI JAKARTA [VIDEO TIGA]


Penjelasan video "MUSEUM FATAHILAH, DESTINASI WISATA EDUKATIF DI JAKARTA" oleh Tribunnews dengan penjelasan:

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Rafdi Ghufran TRIBUN-VIDEO.COM - Museum Sejarah Jakarta atau yang biasa masyarakat kenal sebagai Museum Fatahillah bisa menjadi destinasi wisata edukatif di….

Video berjudul "MUSEUM FATAHILAH, DESTINASI WISATA EDUKATIF DI JAKARTA" diunggah oleh Tribunnews. Video ini merupakan urutan ke-80 (Delapan puluh) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 405 (Empat ratus lima) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-3 (Tiga) dari artikel ini.

TERM, REL ZAMAN KOLONIAL BELANDA DISIMPAN DI HALAMAN MUSEUM FATAHILAH KOTA TUA (5/11/23) [VIDEO EMPAT]


Penjelasan video "TERM, REL ZAMAN KOLONIAL BELANDA DISIMPAN DI HALAMAN MUSEUM FATAHILAH KOTA TUA (5/11/23)" oleh Seputar Kereta dengan penjelasan:

Term yang ditemukan diabadikan di halaman museum fatahilah jakarta kota (5/11/23).

Video berjudul "TERM, REL ZAMAN KOLONIAL BELANDA DISIMPAN DI HALAMAN MUSEUM FATAHILAH KOTA TUA (5/11/23)" diunggah oleh Seputar Kereta. Video ini merupakan urutan ke-81 (Delapan puluh satu) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 93 (Sembilan puluh tiga) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-4 (Empat) dari artikel ini.

MUSEUM SEJARAH JAKARTA ATAU MUSEUM FATAHILAH [VIDEO LIMA]


Penjelasan video "MUSEUM SEJARAH JAKARTA ATAU MUSEUM FATAHILAH" oleh Kang Lintas dengan penjelasan:

MUSEUM SEJARAH JAKARTA ATAU MUSEUM FATAHILAH Museum Fatahillah memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah Nomor 1, Jakarta Barat, dengan….

Video berjudul "MUSEUM SEJARAH JAKARTA ATAU MUSEUM FATAHILAH" diunggah oleh Kang Lintas. Video ini merupakan urutan ke-82 (Delapan puluh dua) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 636 (Enam ratus tiga puluh enam) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-5 (Lima) dari artikel ini.

ANGKER PENJARA BAWAH TANAH MUSEUM FATAHILLAH [VIDEO ENAM]


Penjelasan video "ANGKER PENJARA BAWAH TANAH MUSEUM FATAHILLAH" oleh Billy Christian dengan penjelasan:

Halo guys kali ini gue jalan-jalan ke museum Fatahilah dan museum Mandiri. Gue seneng banget ngeliat bangun arsitektur Belanda. Yang paling iconic dari museum Fatahillah adalah penjara bawah tanahnya.….

Video berjudul "ANGKER PENJARA BAWAH TANAH MUSEUM FATAHILLAH" diunggah oleh Billy Christian. Video ini merupakan urutan ke-83 (Delapan puluh tiga) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 80604 (Delapan puluh ribu enam ratus empat) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-6 (Enam) dari artikel ini.

MUSEUM FATAHILLAH ITU MUSEUM SEJARAH JAKARTA : KATANYA ANGKER TERNYATA SERU BELAJAR SEJARAH DISINI [VIDEO TUJUH]


Penjelasan video "MUSEUM FATAHILLAH ITU MUSEUM SEJARAH JAKARTA : KATANYA ANGKER TERNYATA SERU BELAJAR SEJARAH DISINI" oleh Minggu Bersama Ayah dengan penjelasan:

"Time spent with family is never wasted..." Halo teman-teman Minggu Bersama Ayah, di video ini kita mau ajak teman-teman virtual tour ke Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih dikenal dengan nama….

Video berjudul "MUSEUM FATAHILLAH ITU MUSEUM SEJARAH JAKARTA : KATANYA ANGKER TERNYATA SERU BELAJAR SEJARAH DISINI" diunggah oleh Minggu Bersama Ayah. Video ini merupakan urutan ke-84 (Delapan puluh empat) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 6739 (Enam ribu tujuh ratus tiga puluh sembilan) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-7 (Tujuh) dari artikel ini.

MISTERI MUSEUM FATAHILLAH! | JEJAK LELUHUR | ANTV EPS 28 [VIDEO DELAPAN]


Penjelasan video "MISTERI MUSEUM FATAHILLAH! | JEJAK LELUHUR | ANTV EPS 28" oleh RUMPIIN SETAN dengan penjelasan:

Misteri Museum Fatahillah! | Jejak Leluhur ANTV Eps 28 Jejak Leluhur adalah program televisi yang bersifat informatif. Memperkenalkan keragaman adat, tradisi, kebudayaan, mitos, legenda dari….

Video berjudul "MISTERI MUSEUM FATAHILLAH! | JEJAK LELUHUR | ANTV EPS 28" diunggah oleh RUMPIIN SETAN. Video ini merupakan urutan ke-85 (Delapan puluh lima) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 1704 (Seribu tujuh ratus empat) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-8 (Delapan) dari artikel ini.

INTIP PENJARA BAWAH TANAH DI KOTA TUA JAKARTA, BIKIN MERINDING! [VIDEO SEMBILAN]


Penjelasan video "INTIP PENJARA BAWAH TANAH DI KOTA TUA JAKARTA, BIKIN MERINDING!" oleh TV Tempo dengan penjelasan:

Kota Tua Jakarta hampir menjadi destinasi wajib para traveler yang berkunjung ke Jakarta. Namun tidak semua traveler langsung tahu hal-hal yang harus dikunjungi ketika berada di Kota Tua. Traveler….

Video berjudul "INTIP PENJARA BAWAH TANAH DI KOTA TUA JAKARTA, BIKIN MERINDING!" diunggah oleh TV Tempo. Video ini merupakan urutan ke-86 (Delapan puluh enam) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 20971 (Dua puluh ribu sembilan ratus tujuh puluh satu) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-9 (Sembilan) dari artikel ini.

MENGUAK MISTERI MUSEUM FATAHILLAH [VIDEO SEPULUH]


Penjelasan video "MENGUAK MISTERI MUSEUM FATAHILLAH" oleh At Jakarta DAAI TV dengan penjelasan:

Serba serbi Museum Fatahillah, mulai dari ruang pengadilan hingga penjara bawah tanah. Manager Program : Paulus Florianus Produser : Astia Dika Reporter Creative : Melly Septianna, Ersita Susanti,….

Video berjudul "MENGUAK MISTERI MUSEUM FATAHILLAH" diunggah oleh At Jakarta DAAI TV. Video ini merupakan urutan ke-87 (Delapan puluh tujuh) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 161 (Seratus enam puluh satu) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-10 (Sepuluh) dari artikel ini.

JAKARTA HISTORY MUSEUM / MUSEUM SEJARAH JAKARTA.|| KOTA TUA ||JALAN JALAN KELILING JAKARTA [VIDEO SEBELAS]


Penjelasan video "JAKARTA HISTORY MUSEUM / MUSEUM SEJARAH JAKARTA.|| KOTA TUA ||JALAN JALAN KELILING JAKARTA" oleh Bunda Esti Samara dengan penjelasan:

Museum Sejarah Jakarta Bangunan inu dahulu merupakan Balai Kota Batavia (istilah Belanda Stadhuis van Batavia) di bangun 1707-1710 atas pemrintah Gubenur Jendral Joan Van Hoom. Bangunan ini meyerupai….

Video berjudul "JAKARTA HISTORY MUSEUM / MUSEUM SEJARAH JAKARTA.|| KOTA TUA ||JALAN JALAN KELILING JAKARTA" diunggah oleh Bunda Esti Samara. Video ini merupakan urutan ke-88 (Delapan puluh delapan) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 2223 (Dua ribu dua ratus dua puluh tiga) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-11 (Sebelas) dari artikel ini.

JALAN JALAN KE KOTA TUA MUSEUM FATAHILAH JAKARTA BARAT [VIDEO DUA BELAS]


Penjelasan video "JALAN JALAN KE KOTA TUA MUSEUM FATAHILAH JAKARTA BARAT" oleh Jaka Refreshing dengan penjelasan:

#kotatua #museumfatahillah #refreshing #jakarefreshing #hiburan #keluarga #acarakeluarga.

Video berjudul "JALAN JALAN KE KOTA TUA MUSEUM FATAHILAH JAKARTA BARAT" diunggah oleh Jaka Refreshing. Video ini merupakan urutan ke-89 (Delapan puluh sembilan) dari website ini dan telah ditonton oleh lebih dari 26 (Dua puluh enam) penonton. Video ini juga merupakan video urutan ke-12 (Dua belas) dari artikel ini.

FOTO GALERI

PENULIS BERFOTO DI DEPAN MUSIUM FATAHILLAH

Museum Fatahillah adalah sebuah tempat yang menyimpan berbagai macam benda atau artefak yang berkaitan dengan sejarah Jakarta. Secara khusus, museum ini berlokasi di Kota Tua Jakarta dan dulunya merupakan bekas balai kota pada masa pemerintahan Belanda. Museum Fatahillah juga dikenal dengan nama Museum Sejarah Jakarta dan berdiri di atas tanah seluas 1,3 hektar.

MUSEUM MEGAH YANG NAMANYA DIAMBIL DARI NAMA PAHLAWAN BETAWI

Nama "Fatahillah" sendiri diambil dari seorang tokoh pahlawan Betawi yang berhasil merebut kembali wilayah Jakarta dari tangan Belanda pada tahun 1527. Museum ini memiliki bangunan yang bergaya arsitektur Belanda dengan atap berbentuk kerucut dan diapit oleh dua menara tinggi. Bangunan ini juga awalnya digunakan sebagai tempat pengadilan dan balai kota, sebelum kemudian dijadikan sebagai museum pada tahun 1974.

PENULIS BERFOTO DI DEPAN MUSEUM YANG MENYIMPAN PRASASTI BATUTULIS

Di dalam museum ini, pengunjung dapat menemukan berbagai macam koleksi seperti prasasti, lukisan, patung, senjata, dan benda-benda bersejarah lainnya yang berkaitan dengan Jakarta. Salah satu koleksi terkenal di museum ini adalah prasasti Batutulis yang merupakan salah satu prasasti tertua yang ditemukan di Jakarta.

PENULIS BERFOTO DI DEPAN MUSEUM YANG MENYIMPAN BANYAK BENDA-BENDA YANG MISTERIUS DAN BERSEJARAH.

Misteri yang ada di dalam museum Fatahillah meliputi berbagai artefak dan benda-benda peninggalan sejarah yang belum terungkap sepenuhnya. Hal ini menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk mengunjungi museum ini. Selain itu, museum ini juga menyimpan banyak kisah dan cerita tentang sejarah Jakarta yang menarik untuk dipelajari.

PENULIS BERFOTO DI DEPAN MUSEUM YANG DEKAT DENGAN STASIUN KOTA

Museum Fatahillah terletak di wilayah stasiun terdekat dari museum ini, yaitu Stasiun Kota. Dengan lokasinya yang strategis, museum ini dapat dijangkau dengan mudah oleh pengunjung dari berbagai penjuru Jakarta. Pengunjung juga dapat menggunakan transportasi umum seperti bus TransJakarta atau KRL untuk menuju ke museum ini.

PENULIS BERFOTO DI DEPAN MUSIUM YANG MENYIMPAN BANYAK KOLEKSI DARI MASA PENJAJAHAN

Isi dari museum Fatahillah sangat beragam, mulai dari koleksi senjata, mebel, hingga benda-benda sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat Jakarta pada masa lampau. Selain itu, terdapat juga berbagai lukisan dan patung yang menampilkan keindahan seni rupa Nusantara. Semua koleksi tersebut memberikan gambaran yang jelas tentang sejarah dan budaya Jakarta yang kaya dan beragam.

FOTO MUSEUM FATAHILAH YANG DIDIRIKAN TAHUN 1710

Museum Fatahillah atau yang dikenal juga sebagai Museum Sejarah Jakarta, didirikan pada tahun 1710 oleh Gubernur Jenderal VOC, J.A van Braam. Gedung ini merupakan salah satu bangunan bersejarah yang terletak di Kota Tua, Jakarta. Sebagai salah satu museum tertua di Indonesia, Museum Fatahillah memiliki berbagai koleksi yang menceritakan tentang sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat di Jakarta pada masa lampau.

PENULIS BERFOTO DI GEDUNG MUSEUM YANG TIDAK SAJA MENAWAN TETAPI JUGA INSTAGRAMABLE

Museum Fatahillah menjadi salah satu tempat favorit bagi para pengunjung yang ingin mengambil foto di Instagram. Hal ini dikarenakan gedung ini memiliki arsitektur yang unik dan menawan, terutama pada bagian depan gedung yang memiliki tangga besar.

PENULIS BERFOTO DI DEPAN MUSEUM YANG PUNYA FUNGSI AWAL SEBAGAI BALAIKOTA

Fungsi dari gedung Museum Fatahillah sendiri telah berubah dari waktu ke waktu. Awalnya, gedung ini merupakan balai kota dan markas VOC yang kemudian dijadikan pusat pemerintahan Kolonial Belanda. Setelah kemerdekaan, gedung ini sempat digunakan sebagai kantor pemerintahan dan akhirnya pada tahun 1974, gedung ini diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta.

FOTO PENGUNJUNG DI MUSEUM YANG TERKENAL ANGKER DAN MENYIMPAN MISTERI.

Museum Fatahillah memiliki aura yang angker. Beberapa pengunjung dan pekerja di museum ini mengaku pernah merasakan kehadiran sosok-sosok gaib yang berkeliaran di sekitar gedung. Selain itu, banyak juga cerita mistis yang beredar di kalangan masyarakat sekitar tentang Museum Fatahillah yang menjadikannya semakin terkenal sebagai tempat yang angker.

PENULIS BERFOTO DI DEPAN MUSEUM

Perjalanan virtual tour di museum Fatahillah juga menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki museum ini. Melalui teknologi yang canggih, pengunjung dapat mengunjungi museum ini secara virtual dan melihat berbagai koleksi yang ada di dalamnya. Ini menjadi alternatif yang menarik bagi pengunjung yang tidak bisa datang langsung ke museum.

About the Author

Swante Adi Krisna, S.H.

Collaborator & Editor

Website Programmer Autodidak sejak 2003, Graphic Designer Autodidak sejak 2002, Blogger sejak 2008, Jamaican Music Enthusiast sejak 2005, Gooners sejak 1998, Sarjana Hukum Pidana, dan sekarang Bagian Keluarga Besar Biro Hukum Kementerian Pertahanan.

View All Articles