Pada tanggal 2 Januari 2024, penulis bersama dengan istri mengunjungi kota tua Jakarta yang dikenal dengan sebutan Kota Tua. Di tengah-tengah lapangan di Taman Fatahillah, kami menemukan air mancur yang berada di tengah taman yang luas tersebut. Taman ini merupakan tempat yang sangat bersejarah karena terdapat prasasti yang tertulis dengan jelas tentang sebuah bangunan yang pernah ada di taman tersebut.

Prasasti yang tertulis di dekat air mancur tersebut menceritakan tentang sebuah lukisan yang dibuat oleh seorang karyawan VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) bernama Johannes Rach. Lukisan tersebut menggambarkan sebuah bangunan berbentuk segi delapan yang merupakan satu-satunya sumber air bagi masyarakat lokal pada saat itu. Bangunan ini dibangun pada tahun 1743 dan sayangnya dihancurkan pada abad ke-19.

Namun, pada tahun 1972, dilakukan penggalian di atas lapangan taman dan ditemukanlah pondasi dari bangunan tersebut lengkap dengan sistem pipanya. Dengan adanya penemuan ini, taman air tersebut kemudian direkonstruksi dan diingatkan kembali kepada kita bahwa di tempat inilah masyarakat mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari.

Taman Fatahillah kemudian diberi nama Taman Fatahillah sebagai bentuk penghormatan kepada Pangeran Fatahillah yang merupakan pendiri kota Jakarta. Taman ini kemudian dijadikan sebagai tempat yang menyimpan sejarah dan juga sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat Jakarta.

Di tengah-tengah taman, terdapat sebuah air mancur yang masih berfungsi hingga saat ini. Air mancur ini menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Taman Fatahillah. Selain itu, terdapat juga beberapa bangunan bersejarah di sekitar taman, seperti Museum Sejarah Jakarta dan Museum Wayang yang menambah nilai sejarah dari taman ini.

Setiap harinya, Taman Fatahillah selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Di sini, kita dapat menikmati keindahan taman yang hijau dan bersih serta merasakan suasana kota tua yang begitu kental. Tak hanya itu, kita juga dapat menikmati berbagai kuliner khas Jakarta yang dijajakan di sekitar taman.

Taman Fatahillah juga sering dijadikan sebagai tempat untuk mengadakan berbagai acara budaya dan seni, seperti festival musik, pameran seni, dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa taman ini tidak hanya sebagai tempat bersejarah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan seni dan budaya di Jakarta.

Dengan adanya Taman Fatahillah, kita dapat melihat betapa pentingnya menjaga dan memperkenalkan sejarah kepada generasi muda. Taman ini menjadi tempat yang tepat untuk belajar tentang sejarah kota Jakarta dan juga tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Artikel ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan sejarah yang ada di Indonesia. Selain itu, Taman Fatahillah juga menunjukkan bahwa meskipun telah berusia ratusan tahun, bangunan dan artefak di dalamnya masih mampu bertahan dan menjadi daya tarik bagi masyarakat saat ini. Mari kita lestarikan dan menghargai sejarah yang ada di sekitar kita, termasuk Taman Fatahillah sebagai salah satu situs bersejarah yang patut kita jaga.

VIDEO GALERI

FOTO GALERI

FOTO KESATU

About the Author

Swante Adi Krisna, S.H.

Collaborator & Editor

Website Programmer Autodidak sejak 2003, Graphic Designer Autodidak sejak 2002, Blogger sejak 2008, Jamaican Music Enthusiast sejak 2005, Gooners sejak 1998, Sarjana Hukum Pidana, dan sekarang Bagian Keluarga Besar Biro Hukum Kementerian Pertahanan.

View All Articles